Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

//Pemerintahan

Dinsos ‘Gembleng’ 34 Anggota Tagana

Pojok Kiri Pasuruan
28 April 2019

Saat giat pembinaan Tagana


Pasuruan, Pojok Kiri
      Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan pada Minggu (28/04) melakukan ‘peggemblengan’ berupa pembinaan dan pemantaban kepada para anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana).
      Kegiatan ini menurut pelaksana tugas (Plt) Kadis Sosial Kabupaten Pasuruan, Gunawan dilakukan dalam rangka untuk mensiap siagakan penanggulangan bencana berbasis masyarakat.
      Sebanyak 34 anggota Tagana terdiri 29 laki-laki dan 5 perempuan ikut dalam kegiatan penggemblengan tersebut.
      Lokasi yang dipilih untuk kegiatan ini berada di sebuah tempat yang juga sebagai sarana pemantau bencana banjir, yakni kawasan Kampung Pancar Air Purwodadi.
      Kadinsos Kabupaten Pasuruan, Gunawan kepada Pojok Kiri di lokasi kegiatan mengatakan, pelaksanaan pembinaan dan pemantaban ini dilakukan demi untuk menekankan kepada anggota Tagana terkait pentingnya tugas yang mereka emban.
      “Tagana ini merupakan salah satu tim yang hadir saat ada bencana, dan terlibat langsung untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Tim Tagana ini akan selalu berkoordinasi dengan tim lain yang memiliki tujuan sama, yakni membantu warga yang terkena bencana. Oleh karena itu, sangat penting untuk kita berikan pembinaan fungsi, serta pemantaban dalam hal semangat dan langkahnya, “ujar Gunawan.
      Dijelaskan oleh Gunawan, dalam hal peran Tagana sendiri dibagi menjadi tiga peran.
      Yang pertama adalah pra bencana. Dalam hal ini Tagana berperan melakukan latihan secara terus menerus dalam hal penanggulangan bencana, lalu merencanakan dan  menyiapkan jumlah  barang  bantuan  dalam penanggulangan bencana, kemudian melakukan sinergi atau kerja sama dengan berbagai pihak, serta memetakan daerah rawan bencana.
      Peran Kedua adalah saat bencana terjadi. Menurut Gunawan, Tagana berperan melakukan evakuasi korban selamat serta mendirikan shelter dan dapur umum lapangan.
      Lalu peran Ke Tiga adalah pasca bencana. Dalam hal ini, Tagana melakukan pencatatan tentang jumlah rumah rumah rusak, jumlah korban sakit maupun meninggal dunia,. Tagana juga membantu pemerintah daerah melakukan kajian dampak bencana, melakukan rujukan, evaluasi, serta menyusun laporan. (Lis)

Baca Juga :  Soal Rumdin Perhutani Di Pecalukan , Prigen Dijadikan Vila Mesum Dan Tempat Karaoke, Mantri Hutan Sebut Sudah Ada Ijin KRPH Malang

Sudah dibaca : 120 Kali
 







Berkomentarlah yang baik. Apa yang anda sampaikan dalam komentar adalah tanggungjawab anda sendiri




close