Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Peristiwa

Jemput Anak Bablas Polsek #Istri Tak Terima Anak Dibawa Sang Ayah, Ribut Di Jalan

   Pojok Kiri Pasuruan    Pada: Oktober 5, 2018

Sang ayah saat bawa anaknya

Pasuruan, Pojok Kiri
     Keributan terjadi di kawasan Jalan Bangil-Kancil Mas, tepatnya depan Alfa Midi kawasan Bondomungal, Bangil Jum’at (05/10) sekira pukul 10.40 WIB.
   Saat itu ada mobil hitam berhenti kemudian diketuk-ketuk oleh seorang pria dan wanita yang sebelumnya menghentikan laju mobil itu.
   Tak lama datang petugas Polsek Bangil yang berupaya mengurai jalan karena terjadi kemacetan dan mencegah emosi warga.
    Awalnya Pojok Kiri mengira ada kasus pencurian atau sejenisnya. Namun setelah didekati dan bertanya kepada petugas, ternyata ada kasus keluarga, seorang pria bernama Bias Merdeka (29) asal Surabaya yang pisah dengan istrinya Ayu (24) asal Cemandi, Bangil datang ke Bangil untuk menjemput anaknya.
    Namun aksi penjemputan anaknya yang bernama Andrian (4) itu mendapat perlawanan dari sang istri dan kedua mertuanya Juned (55) dan Sri Yulianti (53). Kejadian perlawanan itu berujung di jalan Bondomumgal yang menjadi ramai karena terjadi pertengkaran.
    Kronologi keributannya sendiri bermula saat si ayah, Bias Merdeka datang ke rumah istrinya di Cemandi, Bangil. Ia kemudian memeluk anak pertamanya Andrian dan membawanya masuk ke mobil dengan alasan akan membawa jalan-jalan.
   Namun keluarga sang istri tak percaya begitu saja. Saat si anak dibawa oleh ayahnya, mertua lalu membuntuti, yang kemudian dihadang di kawasan Bondomungal saat diketahui si ayah terus melaju sambil membawa si anak. Setelah itu terjadilah keributan.

Saat keributan di jalan

    Setelah melalui pendekatan oleh petugas Polsek Bangil, kasus keluarga itu kemudian dibawa ke Polsek untuk didamaikan.
    Di Polsek Bangil ini sempat terjadi pertengkaran lanjutan. Si ayah yang berwatak keras bersikukuh ingin membawa anaknya yang terus ditentang oleh istri dan mertuanya.
 

Saat mediasi di Polsek Bangil

   Endingnya, setelah melalui proses mediasi yang ditengai Kapolsek Bangil, Kompol Iskak dan beberapa anggota. Sepakat sang ayah dipersilahkan menempuh jalur hukum, karena hak asuh anak di bawah usia 12 tahun masih di tangan sang ibu.
     Alasan sang istri enggan memberikan anaknya ke sang ayah saat proses mediasi, karena selama ini sang ayah kasar dan tidak menafkahi.

    Sementara di hadapan petugas Polsek Bangil, Bias Merdeka yang memang tampak kasar membantah tudingan itu. (Lis)

Sudah dibaca : 113 Kali