Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Hot // Hukum

Oknum LSM Ini Kena Batunya, Main Peras Kades Berujung Penjara

   Pojok Kiri Pasuruan    Pada: September 27, 2018

Oknum LSM saat ditangkap

Pasuruan, Pojok Kiri
    Ibarat kata, sehebat-hebatnya pawang ular, dia terpatuk juga. Inilah ungkapan yang pas buat kisah Kusairi (45) warga Jl. Karang Juwet RT 32 RW 5, Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan ini.
    Ia yang sehari-hari berprofesi sebagai anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) harus merasakan dinginnya penjara karena tertangkap tangan melakukan aksi pemerasan terhadap Kepala Desa (Kades) Karangasem, Wonorejo bernama Toyib (41).
    Penangkapan atas Kusairi itu terjadi pada Kamis (27/09) sekira pukul 11.30 WIB di sebuah rumah makan di kawasan Dusun Cobansari, Desa Coban Blimbing, Kecamatan Wonorejo.
    Kronologi penangkapan sebagaimana dijelaskan Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Budi Santoso, pihak Kades melapor ke Polsek Wonorejo jika ada LSM yang terus memerasnya. Laporan itu lalu diteruskan ke Polres Pasuruan untuk ditindaklanjuti.

Bukti identitas yang disita polisi
 
     Rupanya hari Kamis (27/09) menjadi hari bersejarah sangat pahit bagi si oknum LSM. Ia yang berharap mendapat uang banyak dari si Kades ternyata ditangkap polisi setelah menerima uang dari Kades Toyib senilai Rp. 7 Juta.
     Mengapa si Kades tiba-tiba punya pikiran lapor polisi? Rupanya si Kades sudah tidak betah selalu menjadi ATM oleh si oknum yang memiliki banyak identitas LSM ini.
    Cerita dari Toyib sebagaimana disampaikan oleh Kasatreskrim AKP Budi Santoso. Awal Bulan Agustus 2018, korban yang seorang Kades ditelepon oleh Kusairi yang mengaku dari LSM Barata. Saat itu si oknum LSM minta bertemu guna membicarakan temuan adanya penyalahgunaan Dana Desa (DD) tahun 2017 di Desa Karangasem.

Bukti identitas yang dibawa

Baca Juga :  Kasus RDTR Kabupaten Pasuruan Berlebel 'Kasus Bappeda' *Muncul Di Tahun Politik, Partai Pada Gelisah*

    Apakah benar ada penyalahgunaan DD? Entahlah, yang pasti saat itu si Kades memberikan uang Rp 3 juta sebagaimana yang diminta si oknum LSM. Uang itu katanya sebagai jaminan kasusnya akan ditutup dan berjanji tidak dilaporkan.
    Namun bukannya kasus mandeg, pada 24 September 2018, Kades Toyib mendapatkan somasi pertama dan terakhir dari LSM DPN LPPNRI dari Jakarta, yang intinya juga sama, yakni terkait adanya temuan dugaan penyalahgunaan DD tahun 2017.
    Mendapat somasi itu, korban menjadi panik. Ia lalu menghubungi si Kusairi sang oknum LSM, menanyakan tentang perjanjian yang sudah dibuat, yakni kasusnya tidak dilaporkan.

Bukti uang yang diterima

    Uang memang enak, sedikit pasti kurang. Bukannya memenuhi janji menyelesaikan dan menutup kasusnya, pelaku malah meminta uang kembali pada korban senilai Rp. 50 juta yang katanya untuk mencabut pengaduan ke Polda dan memberikan pada pihak LSM yang mengaku dari Jakarta itu.
    Merasa dipermainkan, si Kades jadi gelap mata. Entah dia sendiri punya masalah atau tidak, ia-pun lalu melapor ke polisi. Ia dan polisi lalu sepakat menjebak dengan iming-iming akan dicicil sebesar Rp. 7 juta. Endingnya, si Kusairi akhirnya ditangkap karena perbuatannya melakukan aksi pemerasn.

Kusairi si oknum LSM

    Kini si oknum LSM harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, ia dijerat pasal 368 KUHP subs Pasal 369 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (isb)

Baca Juga :  Kasus Dispora Tinggal Penetapan Tersangka, Jaksa Siap Gunakan Ahli Hitung Lain Jika Inspektorat Jadi Penghambat

Sudah dibaca : 170 Kali