Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Pendidikan

Kejari Kabupaten Pasuruan Kenalkan Hukum Pada Anak Jalanan

   Pojok Kiri Pasuruan    Pada: September 19, 2018

Kajari H. Moh. Noor HK, SH, MH saat berinteraksi dengan anak jalanan

Kejari Kabupaten Pasuruan Kenalkan Hukum Pada Anak Jalanan

Pasuruan, Pojok Kiri
    Inovasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan untuk mengenalkan hukum dan mencegah anak untuk tudak berhadapan dengan hukum terus dikembangkan.
     Jika sebelumnya sejumlah giat dilakukan dengan melibatkan anak sekolah melalui giat Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Jaksa Masuk Pesantren (JMP), termasuk giat Stop Anak Berhadapan Hukum (ABH) yang dominan berinteraksi dengan anak sekolah, kini konsep berkembang dengan merangkul anak jalanan untuk diajak mengenal dan mengerti hukum.
    Bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) san Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan, Rabu (19/09) giat interaksi dengan anak jalanan itu dilakukan.
     Bertempat di kawasan Tamandayu, Pandaan, sebanyak 17 anak jalanan yang sudah dalam naungan Dinas Sosial diajak untuk memahami pentingnya hukum. Mereka yang berusia 9 hingga 17 tahun itu didekati, diajak bermain sekaligus diberikan masukan tentang menghindari masalah hukum.
    Kajari Kabupaten Pasuruan, H. Moh. Noor HK, SH, MH didampingi sejumlah Kasi turun langsung melakukan interaksi. Hal mendasar yang disampaikan Kajari adalah memberikan pemahaman agar anak jalanan tidak melakukan tindakan kriminal, seperti mencuri, mengkonsumsi Narkoba, berkelahi, melakukan seks bebas dan hal lain yang melanggar hukum.
     Kajari juga menasehati agar anak-anak jalanan tidak terus hidup di jalan, karena selain mengganggu ketertiban, resiko hidup di jalan sangatlah besar.
     Keprihatinan muncul dari Kajari termasuk semua yang hadir tatkala ada anak jalanan usia 9 tahun yang menurut Satpol PP sudah 3 kali ditangkap. Anak itu bernama Andika. Si kecil yang humoris dan tak terlihat takut meski kena jaring operasi ini mengaku bekerja sebagai pengamen yang hasilnya ia berikan kepada ayahnya. Baginya jalanan lebih nyaman daripada rumahnya.

    Giat sosialisasi ABH sangat berkesan. Ada banyak cerita yang didapat para jaksa. Kerasnya hidup di jalan sangat terasa, termasuk gesekan antar anak jalanan hingga memicu perkelahian baik laki-laki maupun perempuan.
    Suasana itu bahkan terbawa hingga ke acara sosialisasi. Hal ini terjadi saat ada dua perempuan yang masih berusia dini sempat ada perselisihan. Mereka seolah saling matah dan dendam. Saat itu Kajari bilang, ayolah saling memaafkan.
     Giat yang dimulai pukul 10.00 WIB itu berakhir bahagia. Saat acara usai pukul 12. 30 WIB, mereka tertawa gembira. Tak ada duka ketika diajak naik mobil Satpol PP dan kembali ke Dinas Sosial.  (Lis)

Sudah dibaca : 118 Kali