Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Hot // Peristiwa

Sekjen Sakeramania Mantu, Pamerkan Monteng Pak Sakera

   Pojok Kiri Pasuruan    Pada: September 18, 2018

Henry Sulfianto, S. Sos, SH Sang Sakera Pasuruan

Pasuruan, Pojok Kiri
    Henry Sulfianto, S. Sos, SH, seorang wartawan, pengacara yang juga menjabat sebagai Sekekretaris Jenderal (Sekjend) Sakeramania punya gawe.
    Senin (17/8), ia menikahkan putrinya yang bernama Devi Hayu Indrianti, ST dengan sang arjuna, Kurniawan Husni, S. Kom.
    Pesta pernikahan putri tercintanya-pun digelar. Ia memilih graha plaza Bangil sebagai tempat untuk memeriahkan hari bahagia sang putri.
    Ada yang menarik pada pesta pernikahan yang digelar pentolan Sakeramania, Henry Sulfianto ini. Dimana, dalam perjalanan dari rumah mempelai perempuan di kawasan Pogar, Bangil, sang mempelai beserta keluarga diarak ratusan sakeramania, julukan suporter Persekabpas, tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Pasuruan.

    Arak-arakan ini menjadi perhatian warga. Bak raja lewat diiringi bala tentaranya, Henry Sulfianto bersama sang istri, Wahyuni Elvita Rosida Susi beserta keluarga dan mempelai diarak menggunakan kereta kuda mewah, sebuah kendaraan jaman kerajaan yang dihiasi dengan pernak pernik khas Pasuruan yakni lambang-lambang kebesaran Sakera.
     Dalam pernikahan anaknya ini, Henri memang sengaja mengambil tema Sakera. Semua serba Sakera.
     Di Pasuruan, Sakera adalah seorang pahlawan jaman penjajahan Belanda. Ia berperang untuk membela masyarakat Pasuruan dari kekejaman Belanda.
    Keberanian Sakera inilah yang dijadikan semangat Henri Sulfianto untuk menguatkan tema Sakera dalam pesta pernikahan putrinya.

     Selain menggunakan kereta kuda, ratusan sakeramania juga memadati sepanjang jalan menuju lokasi resepsi.
    Sepanjang arak-arakan dilakukan, sejumlah petasan warna orange dinyalakan saat rombongan berada di jalan raya menuju lokasi resepsi.
    Rombongan ini sempat membuat macet jalan raya. Meski demikian, semuanya teratasi karena ada petugas polisi yang melakukan pengaturan di lokasi.

    Selain itu, seluruh keluarga mempelai putri juga mengenakan baju khas yang digunakan Sakera. Memakai udeng atau penutup kepala berbahan batik dan bawahan celana kain hitam. Tak lupa, mereka juga membawa Monteng. Zaman dulu.
    “Sakera selalu membawa monteng, sebagai senjata untuk melawan dan mengalahkan lawannya, ini senjatanya, “kata Henry Sulfianto sembari menunjukkan senjata Sakera yang ia bawa.
     Hebatnya, pada momen bahagia keluarga itu, Henry Sulfianto masih sempat memikirkan hal besar yang menyangkut Sakera. Ia menyampaikan harapannya agar senjata Sakera yang berupa Monteng diresmikan sebagai senjata khas Kabupaten Pasuruan.

     “Kami jajaran Sakeramania meminta kepada Pemkab Pasuruan untuk segera meresmikan Monteng sebagai senjata khas Kabupaten Pasuruan. Jangan hanya mangga Alpukat yang dikuatkan, Sakera dan senjatanya ini juga sangat layak untuk dijadikan ikon Kabupaten Pasuruan, “ujar Henry Sulfianto. (Lis)

Baca Juga :  Pagar Ambrol, Belasan Motor Jadi Korban, Wisata Cymori, Prigen Bermasalah

Sudah dibaca : 522 Kali