Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Hot // Hukum

Disebut Ada Nilai Rp. 80 Miyar Demi Lolosnya Perda RDTR, Benarkah?

   Pojok Kiri Pasuruan    Pada: September 18, 2018

Ilustrasi

Pasuruan, Pojok Kiri
     Peraturan Daerah (Perda) Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Pasuruan kini sudah masuk babak final. Menurut Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan, Selasa (18/09), saat ini rancangan Perda sudah dikembalikan dari Provinsi Jatim, tinggal menunggu pengesahan setelah Bupati Pasuruan terpilih dilantik.
     Rancangan Perda RDTR sendiri dilouncing pada akhir 2014 lalu. Setelah digodog di DPRD Kabupaten Pasuruan, pada Februari 2015 Perda sudah didog, setelah itu dikirim ke Provinsi Jawa Timur.
    “Februari 2015 Perda sudah kita dok untuk kemudian dikirim ke Provinsi. Nah di Provinsi ini yang lama, sekitar 3, 5 tahun baru dikirim kembali ke kami. Sekarang Perda sudah siap tinggal tunggu pengesahan saja, nunggu Bupati terpilih dilantik, “terang Sudiono Fauzan.
    Lepas dari itu, ada rumor menarik terkait pemulusan pengesahan Perda RDTR ini. Disebut dalam pemulusannya, ada nilai milyaran rupiah yang disebut mencapai Rp. 80 milyar mengalir ke tubuh anggota DPRD termasuk eksekutif. Benarkah rumor itu?
    Hal inilah yang sedang ditelusuri Pojok Kiri, namanya rumor belum bisa dikatakan benar jika belum ada bukti. Namun ibarat kata tak ada asap tanpa ada api membuat Pojok Kiri tergelitik untuk bertanya ke sana kemari.
    Berdasar rumor itu, ada yang lucu. Dimana dari nilai Rp. 80 milyar itu, para anggota dewan disebut hanya menerima uang masing-masing senilai Rp. 5 juta saja.
   Apakah semua menerima? Oh, tidak. Disebut untuk Partai Golkar para anggotanya tidak mau menerima. Kecuali satu orang bernama Haris yang sempat menerima setelah itu dikembalikan lagi melalui seniornya, Nik Sugiarti.
   Demikian juga dengan Partai Demokrat. Kabarnya ada Dua orang yang menolak pemberian itu, mereka adalah Mujibudda’awat dan Amir Ragil.
    Pihak Golkar melalui sang senior, Nik Sugiarti saat ditanya kebenaran cerita itu tak berani banyak bercerita. Ia menyarankan Pojok Kiri bertanya ke ketua DPRD.
    “Mas dengar cerita itu dari mana. Saran saya karena ini menyangkut institusi, silahkan ke Ketua DPRD dulu. Soal nanti diarahkan siapa untuk menjawab, biar ketua yang menentukan, “ucapnya.
    Terpisah, Sudiono Fauzan, ketua DPRD Kabupaten Pasuruan saat dikonfirmasi di ruangan kerjanya, Selasa Sore (18/09) sekira pukul.14.00 WIB justru mengaku kaget.
    “Saya malah baru dengar soal itu, kalau soal teknis silahkan ke ketua Pansus masing-masing saja, “ujarnya.
    Sudiono sendiri menganggap rumor ini sangat lucu. Sebab dari nilai Rp. 80 milyar, kok hanya Rp. 5 juta yang disebut diterima anggota Dewan.
    “Lucu, sangat tidak imbang. Masak dari Rp. 80 milyar hanya ngasih Rp. 5 juta, kok ga imbang, “guraunya.
    Atas adanya rumor ini, Sudiono Fauzan meminta kepada Pojok Kiri untuk terus menelusuri. Baginya kebenaran harus diungkap. “Coba telusuri terus biar jelas, “ujar Sudiono Fauzan.
    Untuk diketahui, saat itu pembahasan Perda RDTR sendiri dibagi menjadi 2 Pansus. Pansus pertama untuk Kecamatan Purwosari dan Kraton diketuai Andre Wahyudi. Sedang yang kedua meliputi Kecamatan Bangil dan Beji diketuai Abdul Rouf.
    Andre Wahyudi saat ditanya soal adanya rumor bagi-bagi uang ini mangaku tidak tahu.
   “Kalo dulu rapatnya normatif. Kita kan di payung hukumnya, kalau soal teknis personnya kita ya tidak tahu, “ucap Andre.
     Ada rumor lebih kuat, bahwa kasus yang ditengara masuk gratifikasi ini justru dilaporkan oleh sejumlah pengusaha ke Kejati Jatim. Kabarnya, hal ini karena para pengusaha sudah tidak betah menunggu janji kepastian perubahan tata ruang yang selama ini dijanjikan.
    Apakah kekesalan mereka karena sudah bayar tapi tetap tidak ada kepastian? Menurut sumber terpercaya, saat ini Kejati Jatim sudah melakukan pemanggilan-pemanggilan yang dimulai dari kalangan eksekutif. Kabarnya sudah ada 6 Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sudah dipanggil. Apakah itu juga benar? (Lis-bersambung)

Sudah dibaca : 103 Kali