Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Hot // Pemerintahan

Pemkab Pasuruan Narik Iuran Ke Pedagang Alun-Alun Bangil? *Kemana Uangnya?*

Pojok Kiri Pasuruan
12 September 2018

Karcis iuran pedagang alun-alun Bangil

Pasuruan, Pojok Kiri
    Pemkab Pasuruan selama ini menarik iuran ke para pedagang kaki lima (PKL) di alun-alun Bangil, benarkah?
     Berdagang di kawasan alun-alun Bangil ternyata tak gratis. Para pedagang kaki lima yang didominasi penjual makanan ini setiap harinya ditarik iuran dengan nilai Rp. 2 ribu sesuai karcis iuran, dan Rp. 2 ribu lagi untuk bayar listrik. Totalnya adalah Rp. 4 ribu. Hal ini seperti dikatakan beberapa PKL saat ditemui Pojok Kiri, Selasa (11/09).
    Kepada siapa membayarnya? Inilah catatan yang ditemukan Pojok Kiri. Tarikan bertuliskan iuran itu disertai bukti pembayaran berupa karcis yang ada logo Pemkab Pasuruan. Artinya jika dilihat dari logo itu, maka Pemkab Pasuruanlah yang tentunya melakukan penarikan.
     Namun ada jawaban berbeda seperti disampaikan Udin, pihak pengelola Pasar di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Pasuruan. Kepada Pojok Kiri, Rabu (12/09), Udin mengaku bahwa karcis itu bukan karcis retribusi pasar yang biasa Disperindag keluarkan.
     “Itu bukan karcis dari kita, mungkin kelurahan, “ucap Udin.
     Hingga berita ini turun, Pojok Kiri masih mencari informasi untuk alun-alun Bangil ini masuk wilayah kelurahan mana saja. Sebab informasi menyebut, ada sebagaian ikut Kauman, ada yang Bendomungal.
     Jika pihak Disperindag tidak tahu soal tarikan dengan adanya karcis berlogo Pemkab Pasuruan itu, tentunya hal ini menjadi tanda tanya besar. Apakah ini pungli berkedok Pemkab Pasuruan?
    Lepas dari itu, adanya tarikan iuran Rp. 4 ribu dikalikan jumlah pedagang yang cukup banyak sudah pasti menghasilkan uang yang banyak. Lantas uang itu kemana, dikelola siapa, serta digunakan untuk kepentingan apa? Sebab jika melihat lokasi alun-alun yang merupakan ranah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam pemeliharaannya, setiap ada kerusakan pastinya menjadi tanggungjawab DLH untuk perbaikannya. Adakah uang tarikan itu juga digunakan oleh DLH untuk pemeliharaan alun-alun Bangil? Sayang, Muhaimin, Kepala DLH Kabupaten Pasuruan saat berupaya dikonfirmasi Pojok Kiri sulit dihubungi. Ditelp berkali-kali ke nomor ponselnya tak diangkat. (Lis)
   

Baca Juga :  Program PTSL Desa Wrati Diduga Jadi Ajang Bisnis! Panitia Narik Rp. 400 Ribu Per Lahan
Sudah dibaca : 414 Kali