Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Pemerintahan

Dipermainkan PT. PP Proyek Tol Gempol-Pasuruan, Komisi 3 DPRD Marah!!!

   Pojok Kiri Pasuruan    Pada: September 12, 2018

Agenda pertemuan yang ditinggalkan PT. PP

Pasuruan, Pojok Kiri
    Lembaga terhormat DPRD Kabupaten Pasuruan, khususnya Komisi 3 dipermainkan oleh PT. PP Proyek Tol Gempol-Pasuruan. Bahkan menurut Ketua Komisi 3, Rusdi Sutejo, PT. PP sudah melecehkan kehormatan komisinya. Apa yang terjadi?
    Kemarahan Komisi 3 ini bermula saat ada agenda dengar pandapat atau lebih tepatnya Komisi 3 menerima pengaduan dari Pengasuh Ponpes Ihya us Sunnah, Toyaning, Rejoso, Pasuruan. Dimana pesantren ini mengadukan kondisi pesantren serta lingkungannya yang rusak akibat adanya proyek tol Gempol-Pasuruan yang digara PT. PP selaku pemilik armada.
    Pengaduan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Komisi 3. Kemudian pada Rabu (12/09), Komisi 3 yang dipimpin Rusdi Sutejo memanggil kedua belah pihak, yakni pengasuh Ponpes dan PT. PP untuk bertemu untuk dicarikan solusinya.
    Pagi kemarin (12/09), ke dua belah pihak datang. Bahkan para anggota komisi 3 sudah lebih dulu datang untuk memfasilitasi dan menengahi perkara mereka.
    Sebelum acara digelar, para anggota Komisi 3 sempat ngobrol santai dengan ke dua belah pihak. Saat itu pihak PT PP sudah siap, termasuk pengasuh Ponpes, Habib Ahmad Anis Assegaf juga sudah siap.
     Namun betapa terkejut dan marahnya Ketua dan anggota Komisi 3. Sebab saat acara mau dimulai, ternyata pihak PT. PP malah pergi meninggalkan gedung DPRD tanpa pamit dan tanpa basa basi.
     “Ini yang membuat kami geram. Ini namanya menghina kami selaku anggota Dewan. Kalau memang tidak mau datang, kenapa tadi muncul, ” ujar Rusdi Sutejo sang ketua Komisi 3.
    Dengan sikap manajemen PT PP yang dianggap tak tau etika dan sopan santun itu, Rusdi mengaku akan menyurati pusat manajemen PT PP di Jakarta. Pihaknya juga meminta kepada Polisi untuk melakukan patroli di jalan yang dilalui armada PT PP yang setiap hari membawa muatan melebihi tonase jalan.
    “Kami akan sikapi keras persoalan ini karena PT. PP sudah menghina kami. Dalam waktu dekat kami akan lakukan sidak ke lokasi, serta melakukan penutupan jalan yang dilalui armada PT PP, “tukas Rusdi Sutejo. (Lis)

Baca Juga :  Soal Rumdin Perhutani Di Pecalukan , Prigen Dijadikan Vila Mesum Dan Tempat Karaoke, Mantri Hutan Sebut Sudah Ada Ijin KRPH Malang

Sudah dibaca : 102 Kali