Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Kriminal

Jam 1 Dini Hari Bawa Celurit Di Tepi Jalan, Pria Nogosari Diringkus Polisi

   Pojok Kiri Pasuruan    Pada: September 9, 2018

Hamade sang pembawa celurit

Pasuruan, Pojok Kiri
     Hamade (43) warga Jogonalan, Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan diringkus anggota Satreskrim Polres Pasuruan. Pasalnya, ia kedapatan membawa senjata tajam berupa celurit dan tampak mencurigakan saat ada polisi berpatroli.
    Kronologi kejadian sebagaimana disampaikan Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Budi Santoso, Minggu dini hari sekira pukul 01.00 WIB, petugas polisi melakukan patroli di kawasan Jogosari, Pandaan.
     Di tengah perjalanan, petugas melihat Hamade berada di tepi jalan dan tampak ketakutan saat melihat petugas.
     Curiga dengan gerak gerik Hamade, petugas lalu berhenti dan bertanya. Saat itu Hamade semakin gusar. Petugaspun makin curiga lalu melakukan pemeriksaan.
    Benar saja, setelah diperiksa, dari balik pinggang Hamade terselip sebilah celurit yang melekat pada sarungnya. Sontak polisi mencercah Hamade dengan sejumlah pertanyaan terkait celurit yang dibawa itu. Pengakuan Hamade, celurit itu hanya untuk berjaga-jaga dari aksi kejahatan.
    Namun Hamade tak bisa lepas begitu saja, jam 1 dini hari bawa celurit di tepi jalan sendirian, patut dicurigai pria ini akan merencanakan tindak kejahatan. Harmade-pun digiring ke Mapolres Pasuruan untuk diperiksa.
    Kata Kasatreskrim AKP Budi Santoso, tak dibenarkan seseorang membawa senjata tajam dengan dalih apapun. Sebab hal ini dilarang dalam Undang-Undang, sebagaimana disebut dalam pasal 2 ayat 1 UU Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang sajam.
     “Ancamannya bisa lima tahun penjara, “ujar Kasatreskrim. (Lis)

Sudah dibaca : 110 Kali