Baca di smartphone, unduh aplikasinya : 

HOME // Hot // Hukum

Awas Jual Barang Di Online!!! Banyak Modus Pembeli Tipu-tipu, Kali Ini Satreskrim Polres Pasuruan Kota Bekuk Salah Satunya

   Pojok Kiri Pasuruan    Pada: September 9, 2018

Arifi Harisma, Penipu pembelian Mobil

Pasuruan, Pojok Kiri
     Nasib sial menimpa Agung Wibowo (38) warga Jalan Gatot Subroto, RT. 02, RW 06, Kelurahan Bukir, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Pasalnya, ia yang berniat menjual mobil Avanza Tahun 2013 warna silver Nopol L-1868-QF miliknya bukannya mendapat uang hasil jualan, ia malah ia harus kehilangan mobilnya gara-gara kena tipu.
    Pengen segera mendapat uang dengan menjual mobil, Agung Wibowo memilih memajang dagangannya di lapak online OLX. Harapannya sudah pasti cepat laku, karena ia percaya melalui lapak ini akan banyak yang melihat iklan jualan mobilnya.
    Benar juga, ia yang memasang iklan jual mobil miliknya pada bulan Agustus 2018 dengan harga Rp. 120 juta mendapat respon cepat. Kamis, 6 September 2018 sekira pukul 19.00 WIB, Agung Wibowo dihubungi oleh seseorang melalui telpon mengaku bernama Jimy yang bermaksud membeli mobil miliknya sesuai harga yang ditawarkan, yakni Rp. 120 juta.
     Betapa senangnya Agung Wibowo, bayangan segera mendapat uang dari jualan mobil itu sudah di depan mata.
     Ia yang begitu gembira jadi terlena, ia-pun setuju saja dengan sistim pembayaran yang diterapkan oleh si Jimy yakni bayar dengan cara transfer.
    Demi mobilnya laku, ia-pun nurut saat Jimy dalam telpon bilang bahwa besoknya, Jumat, 7 September ada utusannya bernama Arifi Harisma (42) warga Jalan Kenanga V/28 RT 0,1 RW 19, Desa Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember menemuinya untuk mengambil mobil.
     Benar saja, Jumat pagi (07/09), sekira pukul 08.00 WIB Arifi Harisma datang ke rumah Agung Wibowo bermaksud untuk mengambil mobil sesuai perintah Jimy.
     Saat itu ada yang janggal. Dimana Arifi Harisma bilang bahwa yang melakukan pembayaran adalah seseorang bernama Marta orang Probolinggo yang disebut sebagai orang kepercayaan Jimy.
     Meski Agung Wibowo sempat curiga, tetapi karena demi mobilnya cepat laku ia nurut saja ketika Arifi Harisma mengajaknya ke Probolinggo sambil membawa mobil yang ia jual untuk menemui Marta.
     Sesampai di Probolinggo, oleh Arifi Harisma, Agung Wibowo dipertemukan dengan Marta di rumah saudaranya kawasan Perumahan Triwung Probolinggo.
     Disitu terjadilah transaksi. Namun transaksi tidak antara Marta dengan Agung Wibowo, tetapi Marta mentransfer uang Rp. 50 juta dan memberi tuniai Rp. 50 juta ke Arifi Harisma bukan ke Agung Wibowo.
    “Yang namanya Jimy mana? Kok ga dia yang transaksi, “tanya Agung Wibowo saat itu, yang kemudian dijawab oleh Arifi Harisma bahwa ia yang nanti bertanggungjawab untuk melunasi pembayarannya.
    Agung Wibowo percaya saja karena ia melihat sendiri ada uang Rp. 100 juta yang diberikan oleh Marta ke Arifi Harisma, dan ia dijanjikan lunas hari itu. Ia-pun lalu menyerahkan mobilnya ke Marta beserta surat-suratnya lengkap.
    Disinilah aksi terjadi, Arifi Harisma mengajak bareng Agung Wibowo menuju bank dengan dalih akan mentranfer uang ke rekening Agung Wibowo.
    Mereka lalu menuju bank BNI Cabang Probolinggo. Tetapi Agung Wibowo tidak diperkenankan masuk oleh Arifi Kharisma. Lagi-lagi Agung Wibowo percaya saja.
    Setelah keluar dari bank, Arifi Harisma bilang sudah melunasi semua melalui transfer. Merekapun berpisah.
    Agung Wibowo yang kemudian hendak mengambil uangnya baru sadar jika ia tertipu. Uang Rp. 120 juta yang katanya sudah ditransfer ternyata tidak ada.
    Merasa menjadi korban penipuan, Agung Wibowo lalu melapor Ke Polres Pasuruan Kota.
    Hanya berselang 1 hari, tepatnya Sabtu (08/09) sekira pukul 23.00 WIB, Satreskrim Polres Pasuruan berhasil menangkap sang penipu yang tak lain adalah Arifi Harisma.
    Dari hasil penyelidikan sebagaimana dikatakan Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Slamet Santoso, untuk nama Jimy sama sekali tidak ada. Nama itu palsu yang diciptakan oleh pelaku Arifi Harisma sebagai modus untuk menipu.
    “Kemudian untuk pengakuan tranfer melalui BNI, ternyata pelaku menatransfer uang hasil jual beli ke rekening BNI atas nama Syarifa Fahma sebesar Rp 50 juta, dan transfer ke rekening BCA atas nama Kus Indrasti sebesar Rp. 17 juta. Jadi tidak ada uang yang ditransfer ke korban Agung Wibowo, “terang AKP Slamet Santoso.
    Kini Arifi Harisma yang merupakan pelaku penipuan sudah diamankan oleh pihak Satreskrim Polres Pasuruan Kota. Atas perbuatanya, ia harus merasakan pengapnya dinding penjara. (isb/lis)

Sudah dibaca : 119 Kali